M a s C a p t a i n Iona tersenyum mendengar pernyataan Arkan. Mata Iona berkaca-kaca. Terharu sekali mendengarnya. Arkan terkejut melihat Iona yang berkaca-kaca. "Kamu kenapa? Maaf kalo ini buat--" "Aku terbang." Sahut Iona cepat. Arkan terlihat bingung. "Hmm?" "Aku melting, baper, nge-fly gegara kamu Mas." Arkan mengulum senyumnya. Ah, menggemaskan sekali istrinya ini. Arkan kemudian mengecup punggung tangan Iona lalu mengacak-acak pucuk kepalanya. "Bisa-bisanya kamu buat aku terbang. Parah kamu mah. Tegahh!" Iona mendramatis. Arkan terkekeh. "Aku kan pilot, gak cuma bisa nerbangin pesawat aja tapi aku juga bisa nerbangin hati kamu." Ucap Arkan. Iona menahan tawanya mendengar itu. "Hilihh paling juga abis diterbangin nanti dijatohin." Arkan menarik pelan hidung mungil Iona

