M a s C a p t a i n Minggu, 04.30 WIB Iona membuka matanya saat alarm di handphone berbunyi. Ia terdiam sejenak mengumpulkan nyawa kemudian beralih duduk. Iona menatap samping dimana tempat Arkan tidur. "Kemana pak Arkan?" Gumam Iona saat Arkan tak ada di sampingnya. Iona meregangkan otot-ototnya lalu beranjak ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Selesai wudhu, Iona keluar kamar untuk meminjam mukena. Diluar, Iona tersenyum saat bertemu dengan Nabila. "Nyari Arkan ya?" Tanya Nabila. "Eh eng--" "Arkan istri kamu nyariin nih!" Cerocos Nabila memanggil Arkan. Iona mendengus pelan. Padahal saat ini ia sedang tidak ingin berurusan dengan suaminya itu. "Tuh Arkan. Kalo gitu kakak pergi dulu ya." Ucap Nabila lalu melangkah pergi. Iona melotot melihat kepergian Nabila. Padahal ia in

