68

1217 Kata

M a s C a p t a i n "Maaf..." Lirih Iona. "Mas?" Panggil Iona saat Arkan terdiam. "Kamu anggap aku apa, Iona? Hal penting kayak gini, kamu gak kasih tau aku?" "Maaf Mas...maafin aku... aku nyesel.." Air mata yang sedari Iona tahan, kini menetes membasahi pipinya. Arkan menghela napasnya perlahan. Arkan sangat kecewa, namun ia tidak mungkin memarahi Iona dalam kondisinya yang seperti ini. "Kamu istirahat. Aku mau ambil makanan untuk kamu." Arkan berlalu keluar kamar membuat Iona dirundung rasa bersalah. Selang beberapa menit, Arkan datang. Tanpa mengatakan apapun, Arkan duduk di tepi ranjang dan mulai menyuapkan sesendok makanan kepada Iona. Iona melirik Arkan yang terlihat datar. Sementara Arkan yang merasakan tangannya pegal mengambang di atas angin menatap Iona. "Tunggu apa?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN