M a s C a p t a i n 05.00 WIB Setelah rapi dengan seragam Pilotnya, Arkan keluar kamar lalu bergegas ke ruang keluarga untuk membangunkan Iona yang tertidur pulas di sofa. "Iona!" Arkan berdiri di depan Iona, menatap sang istri yang tidak terganggu sama sekali. "Iona bangun, udah subuh." Arkan menepuk-nepuk pipi Iona. Tapi tetap sama, tidak ada pergerakan. Menghela napasnya, pria itu berjongkok lalu mulai menggoyangkan bahu Iona. "Iona Putri!" "Enggh!" Iona memberontak kesal hingga tangannya melingkar di leher Arkan. Arkan terkejut ketika kepalanya tertarik membuatnya sontak menumpu tangannya pada sofa. Jika tidak, mungkin bibir pria itu akan menempel di pipi Iona. "Iona, lepasin tangan kamu." Arkan berusaha melepaskan tangan Iona yang melingkar di lehernya. Namun tidak ber

