Desi baru saja sampai di rumah sakit setelah kontrol kandungannya. Ia berniat menjenguk Adel di ruangannya. Tetapi langkahnya berhenti begitu saja. Tatapannya menajam penuh rasa sakit dan air mata yang sudah menumpuk di pelupuk matanya. Terlihat di depan pintu ruangan Adel, Bara berdiri mengintip ke dalam ruangan melalui kaca yang ada di pintu. Hati Desi merasa sangat hancur, karena tadi saat dirinya meminta Bara untuk menemaninya kontrol kehamilan ke rumah sakit, Bara mengatakan dia ada urusan penting dan sekarang Bara berada di sini, menatap ke dalam ruangan Adel. Kenapa? Kenapa Bara harus membohonginya, bahkan menengok Adel lebih penting di bandingkan menemaninya mengontrol kehamilannya. Air mata tak mampu di bendung lagi dan kini telah berurai membasahi pipi. Bara terlihat bera

