“Hati-hati. See you!” Adel kembali melirik kea rah Rafael, dan ia tampak tengah tersenyum kea rah Adel seraya melambaikan tangannya. Adel kembali melihat ke depan dan berjalan cepat menuju mobil. Tanpa kata, Adel langsung menaiki mobil dan duduk di kursi penumpang belakang. “Ayo jalan, Mil.” seru Adel kepada Milla yang menyetir mobil. “Oke.” Milla pun mulai menginjak gas mobil dan menyetir meninggalkan area kampus. “Tadi siapa, Del?” tanya Rinrin menoleh kea rah Adel yang duduk di jok belakang. “Teman sekelas,” seru Adel. “Cakep juga,” seru Rinrin. “Jangan jelalatan, udah punya cowok juga,” tegur Milla. “Ya gak apa-apa dong, kan gak masalah kalau buat cuci mata,” kekeh Rinrin. ‘Ekspresi Rafael tadi entah kenapa mengusikku. Sebenarnya apa maksud dari setiap ucapannya, kenapa aku me

