Setelah makan siang bersama, Adel dan Raka berjalan-jalan ke taman belakang rumah Raka yang luas. Di sana terlihat dua buah ayunan dengan cat putih. “Ayo duduk di ayunan,” ajak Adel berlari kecil mendekati ayunan dan duduk di sana. Ia menggerakkan ayunan menggunakan kedua kakinya diiringi senyuman lebarnya. Raka ikut duduk di ayunan yang berada tepat di samping ayunan yang di duduki Adel. Ayunan itu adalah tempat main mereka berdua sejak kecil, dan tempat favorit mereka setiap kali mengobrol. “Eh ngomong-ngomong libur semester ini kita akan kemana yah?” seru Adel terlihat menatap ke depan dengan ayunan yang bergerak membuatnya melambung. Adel terlihat begitu bahagia tanpa beban. “Lu ada rencana?” tanya Raka masih menatap Adel dengan seksama. “Emm, bagaimana kalau naik gunung aja. S

