Semakin hari tubuh Hendra semakin kurus. Ia sudah berulang kali bolak-balik rumah sakit dan Inggrid tidak mengenal lelah merawat papanya. Beruntung, ia sudah wisuda dan meraih gelar Sarjana Ekonomi dengan nilai yang memuaskan dan adiknya juga pada akhirnya lulus dan sudah mendapatkan sekolah yang baik, sekolah Donny dahulu. "Ayah, ayo makan sarapanya supaya ayah ada energi" Inggrid menyuapi Hendra sesendok bubur ayam dari rumah sakit. Hendra hanya menggeleng. "Ayah tidak lapar nak" jawab Hendra. "Tidak boleh yah, ayah nanti harus minum obat dan hari ini jadwal papa kemoterapi" Inggrid mengerutkan keningnya. "Nak, kamu sudah seminggu ini tidak pulang loh. Apa Dante tidak mencarimu?" tanya Hendra. Pertanyaan ayahnya membuatnya teringat akan seminggu penuh kebisuaan di antara ia dan Dante. M

