MAAF YA ...

1298 Kata

Sudah hampir dua minggu sejak kepergian papanya, Inggrid tidak serumah dengan Dante. Meskipun terkadang saling mengontak, namun Dante rasanya ingin membawa Inggrid serta adik iparnya untuk tinggal bersamanya. Ia juga rasanya tidak ingin jauh-jauh dari istrinya tersebut. Sedangkan Inggrid tidak henti-hentinya menangis setiap malam, di samping meratapi kepergian papanya, Inggrid juga menangis kondisi rumah tangganya sekarang. Rasa bersalah Dante semakin hari semakin besar, ia bahkan tidak mampu berkonsentrasi pada pekerjaaannya dan sering kali pulang larut malam bahkan menginap di kantor. "Sepertinya ada yang berubah" Derry duduk sambil membawa dua gelas teh hangat. "Oh, sudah pulang rupanya, gimana meeting siang tadi?" tanya Dante menoleh pada kakanya yang dua tahun lebih tua darinya terse

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN