Part 26

899 Kata

Zein memasuki rumahnya dengan sebucket bunga ditangannya, namun tiba-tiba suara tangisan Al dan teriakan Hana membuatnya melangkah lebih cepat ke kamar sang putra melupakan bucket bunga yang dibawa dan diletakkannya di sofa ruang tamu. Bergegas Zein menaiki anak tangga menuju kamar Al begitu mendengar Hana meneriaki putranya. “Diam Al... mami juga cape, mami gak tau daddy kamu ke mana” omel Hana dengan kesal, karena tangisan Al tak kunjung berhenti. “Apa-apaan kamu, anak diteriaki seperti itu” ucap Zein marah begitu ia masuk kamar Al. “Daddy...” Al menangis dan berlari menuju sang daddy dan Zein pun memeluknya. “Iya nak, daddy di sini” ucap Zein sembari memeluk Al dan mengusap punggung putranya itu, tatapannya lekat menatap Hana dengan kilat kemarahan dan Hana pun memutuskan keluar me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN