Sesuatu yang hilang, pasti akan menimbulkan kerinduan bagi siapa yang kehilangan. Seperti yang Qiara rasakan sejak terakhir kali ia bertemu dengan Revan, kerinduan kini menghampiri dirinya setelah Revan menghilang dan tak memberikan kabar apapun kepadanya. Kerinduan sedikit terobati ketika di layar ponselnya yang berdering tertera nama Revan, bukan hanya kerinduan, keterkejutan juga kini menguasai dirinya. Qiara: Assalamu'alaikum. Revan: Wa'alaikum salam. Qia, bagaimana keadaanmu? Qiara: Alhamdulillah, aku baik-baik saja. Kamu sendiri bagaimana? Revan: Alhamdulillah juga Qia, aku baik. Oh iya Qi, bolehkah aku bertemu denganmu? Aku ingin membicarakan sesuatu kepadamu. Awalnya Qiara ingin menolak, namun ia mengingat janjinya kepada Revan kalau ia akan menemaninya jalan-jalan. Sebagai g

