File - 30

1300 Kata

"Kau gila, Tuan!" Lexi menarik tangannya dari cengkeraman Zenon setelah dia berada tak jauh dari kafe tempatnya bekerja. Zenon bertolak pinggang. "Aku tidak gila. Pria itu tidak sopan denganmu." "Tidak sopan seperti apa?" "Dia dengan seenaknya merangkul pundakmu," jawab Zenon dengan sebuah dengkusan. "Apa kau sering begitu dengan para pria?" Tangan Lexi terkepal, dia ingin sekali memukul wajah Zenon. "Sebaiknya kau tinggalkan aku sendiri! Aku tidak mau bicara denganmu!" Berkali-kali Lexi dibuat kesal oleh ucapan Zenon. Dia tidak terima kalau Zenon terus menilai rendah dirinya. Apa salahnya kalau teman pria bersikap seperti itu? Di zaman sekarang hal itu dalah hal yang wajar, lagi pula Lexi juga tidak melakukan hal yang tak senonoh di depan umum. Dia tidak sembarang mencium seseorang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN