File - 53

1226 Kata

Pondok batu. Lexi langsung bisa mencerna di mana dirinya berada, di mimpinya waktu itu. Dia juga masih mengingat sepotong baju yang membuatnya terlihat seperti setengah telanjang. Api yang menjilat-jilat di perapian. Udara dingin yang menyentuh kulitnya. Cerita-cerita Zenon yang membuat hatinya ikut sedih dan juga sentuhan lembut prianya. Entah kenapa dia merindukan saat-saat itu, merindukan tempat ini. Mata Lexi mengedarkan pandangan ke sekeliling. Kali ini suasananya begitu berbeda dari waktu itu. Pondok batu ini tidak diterangi oleh perapian. Pondok batu ini diterangi oleh sinar matahari yang menerobos masuk melalui jendela tak berdaun. Kelambu berwarna putih bergoyang-goyang ketika terpaan angin mencoba masuk. Pagi hari. Lexi yakin dengan perkiraannya. Kakinya mulai melangkah mendek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN