File - 33

1439 Kata

"Sayang .... " Sebuah suara lembut menyentuh indra pendengaran Zenon. Untuk sesaat, Zenon tidak menggubris panggilan itu, dia lebih memilih bergulat dengan alam bawah sadarnya. Matanya masih terpejam dengan rapat, enggan untuk dibuka. "Sayang .... " Suara itu membelai telinga Zenon untuk kedua kalinya. Sebuah suara yang membuat Zenon nyaman, sebuah suara yang sangat familier bagi Zenon dan suara yang membuatnya nyaman. Zenon menggeram pelan saat merasakan jemari kecil dan lembut membelai tulang pipinya, tetapi ia masih enggan membuka mata. Dahinya berkerut ketika jemari itu menelusuri tulang rahang dan bermain-main dengan cambang yang baru saja tumbuh. Perlahan Zenon membuka mata lalu melirik ke arah tangan yang membelainya. Dia sedikit tertegun sat melihat tangan yang terlihat familie

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN