Mata hitam pekat itu menelusuri wajah Lexi yang tengah tertidur pulas. Tangan kekarnya tak henti-hentinya mengelus lembut perut yang telah membuncit itu. Hari ini, Lexi begitu lelah setelah dewi jalang itu mengajak kekasihnya mengarungi masa lalu. Sudah cukup Zenon saja yang mengenang masa lalu kelam itu. Zenon mencium bibir Lexi dengan begitu lembut. Jujur, dia ingin sekali melumat bibir tipis itu, tapi dia cukup tahu diri dengan kondisi Lexi yang sekarang. Dipertemukan lagi oleh Nyna sungguh sebuah keajaiban baginya. Dia harus menjaga Nyna-nya dari serangan siapa pun. Telinga Zenon yang tajam mendengar dua orang wanita berbincang yang diiringi kepakan sayap. Dia merasa ada hal aneh yang sengaja disembunyikan. Perlahan, Zenon bangkit dari tempat tidur, menyelimuti tubuh Lexi sebelum dia
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


