"Setahuku, Nymph selalu menggerakkan tanaman-tanaman ini dengan mata terbuka dan gerakan tangan yang seperti ini." Zenon mengayun-ayunkan tangan untuk mempraktekkan bagaimana seorang Nymph menggerakkan tanaman. "Seperti seorang pemain orkestra." Lexi mengangguk paham lalu ia menarik napasnya dalam-dalam sambil menjulurkan tangannya. Saat ini dia sedang berlatih dengan Zenon di halaman belakang rumahnya selepas sarapan pagi. Dia tidak ada pekerjaan hari inih karena jadwal bernyanyinya anya seminggu tiga kali. Jadi, hari ini Lexi memutuskan untuk melatih kemampuannya seperti yang dijelaskan Zenon kemarin sore. Setelah peristiwa pencecikan di leher, Lexi hampir tidak bisa bernapas saat Zenon mencoba mengompres lehernya. Bagi Lexi, waktu yang berjalan lima belas menit itu seolah-olah berjala

