“Harusnya aku tidak membuang – buang waktu untuk membangunkanmu jika aku bisa memandikanmu begitu saja, ya kan?” langkah gadis itu terhenti, menengokkan kepalanya pada pria disampingnya itu, menatapnya tajam, sebelum akhirnya memukuli dengan beringas secara asal tubuh kokoh Gabriel, membuat pria itu mau tak mau meringis merasakan pukulan dan geplakan gadis itu yang ternyata cukup membuat nyeri dan panas. “Sakit?” ejek Skylar dengan seringai puasnya. Gadis itu menjulurkan lidahnya untuk mengejek Gabriel lagi sebelum kembali melanjutkan langkahnya, meninggalkan Gabriel yang menatap gadis itu dengan menggeleng – gelengkan kepalanya, heran. “Bagaimana bisa aku terpesona dengan bocah bar – bar yang sama sekali bukan seperti tipeku selama ini?” - Keduanya sampai disebuah batuan karang tinggi

