“Om?” panggilnya cukup lirih. Bodoh memang. Mana mungkin suara lirihnya mampu mencapai tiap sudut ruangan mewah dan besar ini?Akhirnya setelah berfikir selama beberapa detik, Skylar memutuskan untuk melangkahkan kakinya memasuki penthouse tersebut dengan kepala yang menengok kekanan dan kekiri, berusaha menemukan keberadaan Gabriel.Tingg… Prangg!Skylar terkejut, gadis itu sempat berjengit lalu mengusap dadanya,berusaha mengurangi detak jantungnya yang menggila akibat suara yang menyerupai barang terbanting.Skylar menengok kearah kanan, ada sebuah jalan menuju ruangan lain nampaknya. Dan dari sanalah suara ribut tadi berasal.“Om?! Apa kau disana?” gadis itu melangkah cepat menuju asal suara, dan akhirnya menemukan keberadaan Gabriel. Namun pria itu nampak menelungkupkan wajahnya diatas meja
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


