Part 28 : Terungkap

1959 Kata

"Pak, klien dari Semarang mengajukan janji temunya." Kepala Satria menengadah menatap sang sekretaris yang berdiri di depannya. Wajahnya terlihat serius. "Kapan?" "Besok, Pak." Satria menunduk menatap ponsel nya yang ia letakkan di samping laptop. "Baiklah." putus Satria setelah mengingat jika besok bukan waktu yang sibuk untuknya. "Baiklah, kalo begitu saya permisi dulu, Pak." Eza pamit undur diri karena ia juga masih memiliki banyak pekerjaan yang belum ia selesaikan. Satria menyandarkan punggung nya pada kursi kebesarannya, di depannya banyak kertas proyek yng belum ia selesaikan. Lalu matanya tak sengaja menatap pada ponsel warna hitam miliknya. Bersantai sedikit pasti boleh kan? Akhirnya Satria pun memilih membuka ponselnya. Sudah lama ia tidak membuka social media milikn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN