Wina membereskan barang-barangnya saat jam menunjukkan pukul setengah enam. Ia keluar dari ruangannya dan terkejut melihat semua mata anak buah langsung menatap ke arahnya. "Kenapa?" tanya Wina saat semua mata mengarah padanya. "Tumben, mbak." jawab seorang anak buahnya. "Kenapa? saya nggak boleh pulang cepat?" telak Wina. "Eh, ya nggak gitu." "Saya duluan. Laporan yang harus selesai hari ini, taruh saja di meja saya." kata Wina sambil berlalu dari ruangan. "Wah, kayaknya mbak Wina udah dapet yang cocok deh." kata salah satu laki-laki berambut cepak. "Alhamdulillah, mudah-mudahan jadi nggak galak lagi." kata laki-laki yang satunya. "Kalau galak emang udah bawaan. Sebelum calon suaminya meninggal juga dia udah galak kali." kata laki-laki lain yang sudah bekerja bersama Wina lebih la
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


