CHAPTER SEMBILAN BELAS

1549 Kata

"Oh, gitu." kata Lala dan Elisa berbarengan setelah Made dan Wina menceritakan akar masalahnya dengan Felicia.   "Ish, kalau ketemu gue, gue cubit ginjal tuh cewek." kata Lala dengan nada geram.   "Terus kamu mau gimana sekarang?" Elisa bertanya, Wina menggeleng cepat. Pengakuan gadis itu jelas membuatnya terkejut meskipun tadi ia berhasil menahan emosinya yang  bergejolak hebat.  "Udahlah, dari awal Ibnu itu cuma numpang singgah kan, ngapain juga lo bukain pintu." celetuk Made.   "Mad, gue udah ada perasaan sama Ibnu." kata Wina.   "Cuma lo yang punya perasaan? Makan hati kalau berjuang sendiri mah." Made kembali menimpali.   Wina menghela napas kasar. Ia tahu bahwa hubungannya dengan Ibnu baik-baik saja, hanya itu. Laki-laki itu tak pernah menyatakannya perasaannya secara gamblang.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN