SETELAH TIADA, BARU TERASA 18 "Kamu sudah makan?" Tidak langsung menjawab, aku justru balik bertanya. Aku khawatir dia lupa dengan diri sendiri karena sibuk mengurusiku. "Sudah." Dia mengangguk. "Benaran sudah?" "Iya. Bening tadi sudah makan di dapur sewaktu menyiapkan bubur untuk kamu. Sudah minum vitamin juga. Tinggal minum s**u nanti kalau sudah mau tidur. Sekarang giliran kamu yang harus makan." Ibu muncul dari muka pintu, bicara cukup panjang khas cerewetnya seorang ibu. Beliau mendekat lalu duduk begitu saja di tepi tempat tidur tepat di dekat kakiku. "Mas makan sendiri saja. Kamu harus banyak istirahat. Enggak boleh banyak kegiatan dulu," ucapku pada Bening. Setelah itu aku lantas beringsut untuk duduk, menegakkan punggung agar bisa makan dengan leluasa. Rasa linu sisa pukul

