Waktu sudah menunjukkan pukul enam lewat empat puluh lima menit pagi hari. Adrian sudah bersiap untuk pergi ke sekolah. Ada beberapa dokumen yang ia bawa dan ia sembunyikan di dalam ransel miliknya. Dokumen pribadi yang ia tidak sembunyikan dari Epi. “Bagaimana keadaan mama sekarang?” tanya Adrian. “Mama baik-baik saja kok. Maaf kalau mama nggak sempat buatin kamu sarapan soalnya mama masih agak pusing.” “Nggak masalah kok, Ma. Nanti Rian bisa sarapan di sekolah saja. Rian berangkat dulu ya, Ma.” Adrian menyalami ibunya itu dengan takzim. “Kamu hati-hati di jalan.” “Iya, Ma. Assalamu’alaikum ….” “Wa’alaikumussalam ….” Adrian pun pergi meninggalkan rumah ibunya menuju sekola tempat ia mengasi rezeki. Selain ke sekolah, Rian punya tujuan lain. Ia ingin ke kantor KUA, menanyakan persya

