Pelukan Hangat Nadia

1615 Kata

Nadia sudah selesai membalas semua pesan singkat dari sang anak. Ia pun kemudian teringat pada Yumna lalu Nadia pun melangkah mendekati kaar Yumna. Ia ketuk pintu Yumna sebanyak tiga kali, namun ia tidak mendengar jawaban apa pun dari dalam. Nadia mencoba membuka pintu kamar, tapi ia juga tidak menemukan Yumna di dalam kamarnya. Kemana Yumna? batin Nadia. Nadia memerhatikan isi kamar, khawatir kalau Yumna kabur lagi. Tapi ternyata semua barang-barang Yumna masih utuh di dalam kamar. “Na, apa kamu di kamar mandi, Nak?” tanya Nadia seraya mengetuk pintu kamar mandi. Tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi. Bahkan Nadia tidak mendengar adanya tanda-tanda keberadaan seseorang di dalam ruangan lembab itu. Nadia memutar gagang pintu kamar mandi, membukanya lalu memerhatikan isi dalam. Ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN