“Assalamu’alaikum …,” ucap Harun dan Nadia tepat di depan pintu rumah mereka. “Wa’alaikumussalam … Mama dan papa sudah pulang?” Jingga dan Bulan menyambut kedatangan ayah dan ibu mereka. Bintang pun sama. Bukan karena bocah itu sudah berubah jadi tidak cuek, tapi karena Harun dan Nadia membawa makanan dan minuman kesukaan mereka. “Makasih ya, Ma, Pa,” ucap Bulan seraya mengambil satu cup minuman dingin itu. “Sama-sama, Sayang … Lo, Yumna kok diam saja? Ayo sini, ambil jatahnya Yumna,” ucap Harun. Ia perhatikan Yumna masih duduk terdiam di salah satu sofa santai di ruang tengah. Yumna tersenyum kecil, “Nanti saja, Om,” ucap Yumna. Bulan mengernyit. Ia letakkan minuman miliknya di atas meja, lalu ia ambil minuman untuk Yumna dan ia berikan kepada gadis itu. “Kak Yumna ini banyak sekal

