KEMARAHAN MICHAEL

1013 Kata
Michael yang tersadar langsung mendorong tubuh delvin dan menolong kinara dengan menekan perut kinara agar air yang masuk ke tubuh kinara keluar... sontak kinara terbatuk batuk, "kinara kamu tidak apa2 'ucap michael lalu membawa kinara kedalam pelukan nya. saat hendak memapah kinara untuk membawa nya masuk, tiba tiba. "apa yang kalian lakukan" ucap marsha tiba2 dari arah pintu masuk Sontak michael dan delvin menoleh ke arah suara tersebut dengan muka yang tidak dapat di artikan, Michael yang sedang terbawa amarah menarik lengan marsha untuk di bawa nya ke ruang kamarnya. sementara delvin yang melihat kondisi fisik kinara yang lemah lantas menggedong dengan kedua tangan nya menuju kamar kinara. "vin... terimakasih 'ucap kinara dengan suara lemah delvin hanya tersenyum... isirahatlah... aku akan mencari pelayan untuk membantumu. "setelah ini kamu istirahatlah kinara 'ucap delvin sambil memegang kepala kinara... Lalu delvin mencari pelayan perempuan yang masih tersisa di mantion michael untuk membantu kinara menggantikan baju nya. saat melintasi ruangan terdengar suara teriakan michael dan marsha yang seperti nya sedang ribut. sebenar nya delvin hari ini berniat untuk menginap di mantion michael, namun melihat kondisi dan suasana di dalam mantion tidak baik, delvin memutuskan untuk pulang ke apartment nya, ***michael prov on*** sesak... itu yang d**a aku rasakan ketika melihat kinara sedang sibuk membersihkan kolam yang cukup besar itu, sebenar nya aku sudah biasa menyiksa nya, dan mungkin lebih parah dari cuma membersihkan kolam renang. Namun ntah mengapa hati aku tidak rela jika orang lain memperlakukan kinara seburuk itu. "saat aku tersadar dari lamunan ku, ternyata aku melihat delvin sedang berusaha menyadarkan kinara yang terpeleset ke dalam kolam" Sontak aku merasa tidak rela jika ada orang lain yang menyentuh wanitaku. saat aku berusaha menekan perutnya untuk mengeluarkan air di perut nya, tiba2 kinara terbatuk2, "lega....??? itu yang aku rasakan dan saat aku hendak memapahnya kedalam kamar nya kulihat marsha datang, sontak emosiku meledak, karena tidak mungkin semua ini terjadi jika marsha mengistirahatkan semua pelayan. lalu kutariknya lengan marsha menuju kamar di mana tempat kami istirahat, dan meminta penjelasan apa yang sebenar nya terjadi... "apa maksud kamu meng istirahatkan semua pelayan hah!!!! sarkas michael, "sayang kenapa kamu marah pada ku "ucap marsha seakan2 dia adalah korban "stop bersandiwara tasha!!!! "jawab pertanyaan ku?!!! kenapa kamu mengizin kan mereka semua istirahat!!!!! teriak michael "kenapa kamu marah padaku "aku hanya ingin mereka mendapatkan hak mereka untuk berkumpul bersama keluarga mereka dalam beberapa hari ini, ucap marsha dengan berlinang air mata... "apa aku salah mike... "bagaimana jika posisimu berada di mereka, lalu keluarga mu tiba2 membutuhkan mu, sedangkan kamu hanya sibuk dengan kerjaan mu, dan bagaimana jika mereka tiba2 meninggalkan mu, ucap marsha dengan menangis sesenggukan... "tidak apa jika dengan membentak ku kamu bisa memaafkan mereka, dan menerima kehadiran mereka kembali nanti 'ucap marsha dengan tatapan sendu. akhir nya michael melunak melihat marsha yang menagis pilu karena bentakan nya... lalu membawa nya kedalam pelukan nya, "maaf....??? "ucap michael lalu mencium pucuk kepala tasha, "apa kau tidak mencintai ku lagi, jika kau tak mencintaiku lagi pun tak apa, aku akan meninggalkan mantion ini, karena bagaimanapun aku hanya istri siri mu?! 'ucap tasha dengan tatapan menunduk, "mana mungkin aku tidak mencintaimu" kau segala nya untuk ku 'ucap michael sambil mencium tasha, tasha pun membalas ciuman michael, sedang tangan michael bergerilya melucuti apa yang di kenakan tasha.., Masih di tempat yang sama, kinara terbangun pukul 05:00 dia melangkahkan kaki nya hendak kedapur membantu pelayan yang menyediakan sarapan pagi untuk michael dan istri siri nya, namun kinara tersentak saat mengetahui jika di dapur hanya ada delvin, "delvin....?!!!! "kenapa kau sudah ada disini 'ucap kinara... "menurut mu 'jawab delvin cuek sambil membawa bubur yang dia buat sendiri.. "kemarilah 'ucap delvin kinara hanya mengikuti ucapan delvin.. "ini makanlah selagi hangat "ucap delvin sambil duduk di samping meja tempat kinara duduk... "aku tidak ada waktu, aku harus menyiapkan sarapan untuk tuan 'ucap kinara panik, "kemarilah ?! delvin menarik lengan kinara ke arah meja makan, "lihatlah..... ' ucap delvin dengan senyuman manis nya. "wahhhh.... ini kamu semua yang masak 'puji kinara, "delvin hanya tersenyum bangga akan dirinya... "hissss......'kinara sebal dengan gaya delvin yang sombong "baiklah sini aku suapin kamu 'ucap delvin. "aku punya tangan 'ucap kinara "aku juga 'delvin tidak mau kalah. "maksudku aku bisa makan sendiri, 'kinara mulai kesel dengan delvin yang tidak mau mengalah "maksudku juga aku mau menyuapimu?! ucap delvi pantang menyerah "hyuufffttttttt....???! "baiklah tuan delvin anda menang ' jawab kinara dengan memutar kedua bola mata nya " delvin tersenyum puas sesaat kemuadian michael turun tanpa di temani tasha... sontak delvin berdiri karena bagaimana pun dia tau diri. "sedangkan kinara tampak biasa saja "ya dia sudah terbiasa, terbiasa di marahi, terbiasa di salahkan, dia benar pun pasti akan di anggap salah di mata michael, "saat kinara hendak beranjak... "kinara.... !!!? 'panggil michael, "tuan memanggilku?!! jawab kinara sekena nya michael mendekat ke arah kinara, "apa kau baik2 saja 'ucap michael... "kinara melihat ke arah michael, seketika kedua mata nya membola ketika melihat bercak2 merah di leher dan tengkuk michael, ya, itu bekas perang keringat marsha dan michael semalam namun jika mengingat kejadian di mana michael menolong nya kemarin dan dengan penuh amarah dia menyeret lengan marsha dengan sarkas nya, kinara mengira michael akan memberi pelajaran kepada marsha karena sudah memperlakukan nya demikian, dengan meng istirahatkan semua pelayan untuk pulang ke keluarga masing2, sehingga semua pekerjaan di limpahkan nya ke pada kinara, ternyata dugaan nya salah, ketika kinara melihat sebuah tanda di leher michael, sudah jelas apa yang di lakukan kemarin mungkin hanya sandiwara michael agar marsha tidak tersalahkan. kinara hanya tersenyum miris melihat nya, "dua insan yang benar2 cocok untuk jadi pasangan karena sama2 munafik 'gumam kinara "tentu saya baik2 saja tuan?! "harus nya saya yang bertanya, apakah tuan baik2 saja, karena sudah menyelamatkan ku... dan nyonya besar sendiri melihat nya.. ..... belum sempat michael menjawab.. "oh... tapi seperti nya tuan sangat baik, "jadi aku tidak perlu bertanya tentang keadaan tuan 'ucap kinara sarkas "Delvin yang menyaksika itu hanya tertunduk. ? hy guys.. ini novel pertama aku, mungkin alur sama kata2 nya masih belepotan,, jadi jika salah2 kata atau salah nyebut nama mohon di maafkan ya guys, terimakasih...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN