Jam pasir yang melaju dengan lambat tiba-tiba pecah dengan sangat keras, kaca-kaca kecilnya mulai berserakan diantara kelopak bunga mawar di bawah. Ao Tian yang sedang meminum teh, langsung menatap tajam pecahan kaca tersebut. Pengikutnya langsung mengangguk, seolah-oleh mereka sudah tahu apa yang seharusnya mereka lakukan. Ting! Ting! Ting! Suara dentingan dari lonceng di luar ruangan membuat Chen Rong langsung menghentikan kegiatan menyulamnya. Dia langsung berjalan menuju jendela dan melihat sinar bulan purnama yang sangat sempurna. "Apakah kau mengerti apa yang saya katakan?" Suara merdu milik seorang pria membuat Chen Rong langsung menyipit, dengan cepat dia berbalik dan menyapa "Salam yang mulia" Ao Tian berjalan dengan santai dan duduk di kursi empuk milik Chen Rong, dia mena

