Bab 22

1118 Kata

Bab 22 Malam berubah mencekam tatkala papa dan mama sudah melihat rekaman singkat di ponsel Bagas. Mama yang paling terkejut karena melihat terlebih dulu, seketika ambruk lunglai di atas sofa. “Apa-apaan ini, Anin?” sesal mama dalam helaan napas. “Mama nggak nyangka kamu ….” mama berhenti berbicara. Anin yang belum mengerti betul-betul apa yang telah mereka tonton, masih terlihat kebingungan. Anin bahkan seperti orang linglung yang sedang dihakimi tanpa tahu kesalahan yang sebenarnya. “Anin, sekarang juga, aku ceraikan kamu.” Bagas melontarkan kalimat yang memang sudah Anin tunggu selama ini. Harusnya Anin merasa lega bukan? Namun, Anin tetap membisu menantikan ada salah satu di antara mereka memberitahu apa yang ada di dalam ponsel itu. “Anin ….” kali ini papa yang bicara. “Apa sung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN