“Katanya Bapak mau ceritain sesuatu.” Sabila mengingatkan. “Nanti aja. Kamu ikut antar Yona, ya.” Abrisam terus mengompres kening Sabila yang semakin jenong saja. Sabila mengerucutkan bibirnya ke depan. Ia sudah penasaran sejak tadi, tapi Abrisam malah mengundur waktu. Sikap pria itu juga berbeda dari biasanya, nada bicaranya pun dirasa aneh bagi Sabila. Siapa yang tidak penasaran dengan apa yang akan disampaikannya? Di sisi lain, pikiran Abrisam tidak baik-baik saja. Adiknya mabuk bersama banyak pria, kakak mana yang tidak berprasangka buruk? Sifat tercela sang adik yang tidak ia ketahui telah membuatnya terpukul. Kecewa, itu yang dirasanya. Abrisam sendiri tak pernah mencicipi minuman beralkohol, bagaimana bisa Viona senang dengan hal seperti itu? Posisi Abrisam adalah kakak tertua,

