Saat memasuki kafe, Sabila melihat Abrisam ada di salah satu meja, duduk bersama Adlan dan satu wanita. Dari seragam yang dikenakannya, Sabila yakin wanita itu seorang PNS. Apa dia adalah guru Adlan yang digadang-gadang kekasihnya Abrisam? Kekesalan Sabila belum sembuh perihal Viona, eh sekarang malah bertemu saingan. Belum lagi wajahnya cukup cantik, beda level sama Sabila. Teringat kepada Lisa, Sabila semakin kesal saja. Kedua wanita itu yang memang sangat cantik, atau Sabila-nya yang terlalu jelek? Jujur saja, Sabila merasa insecure. “Tante Sabila? Ngapain di sini?” tanya Adlan sinis, memperhatikan penampilan Sabila yang ala kadarnya dengan tatapan jijik “Maaf telat.” Sabila tersenyum manis ke arah Abrisam, lalu duduk di sampingnya tanpa sungkan. Abrisam merasa tersengat listrik m

