22. Mengejar Kebahagiaanku

1277 Kata

BINTANG Chika: “Hah? Nemenin? Siapa yang nemenin siapa?” Balasan Sachika cukup membuatku bingung. Padahal saya tadi asal bunyi saja, mengira dia akan jawab apa adanya soal ditemani Zayyan di acara tadi. Saya berpikir sejenak sebelum menjawab. Mungkin karena terlalu fokus membuat saya jadi sedikit mengabaikan Geya. “Tumben mantengin handphone sampai segitunya? Balas chat siapa, sih?” tegur Geya sembari tersenyum geli melihat saya melakukan hal yang tak biasa saya lakukan ketika bersama dia. “Oh, ini. Biasalah mahasiswa rewel, ngerayu minta ikut kuis susulan karena kemarin nggak bisa hadir,” jawab saya asal. “Kasih aja kenapa, sih? Artinya dia masih berusaha memperbaiki kesalahannya kan, kalau minta kuis gitu?” “Justru sebaliknya, kalau dikasih mahasiswa seperti itu akan ngelunja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN