Tamat

264 Kata

Kiran duduk di ruang tamu, ditangani nampak mengisyaratkan rasa. Rasa takut, cemas, percaya dan tidak percaya. Arda sudah meninggal tetapi mengapa ia meminta dan meminta di keluarkan? Maksudnya apa ... Kiran berdiri dari duduknya berulang kali ia berjalan ke sana kemari ... pikirannya terus berkecamuk ia harus memutuskan sesuatu. '' apa aku bongkar pemakamannya saja ... '' gumam Kiran sambil menghempaskan perintah pelan-pelan ke udara. Adit yang sedari tadi terus memperhatikan Kiran langsung menghampiri diundang. "Kenapa sayang ...?" tanya Adit yang ikut-ikutan cemas mungkin Aura Kiran ketularan dengan itu. '' Mungkin mimpimu ada benarnya dit, apa boleh kita dapatkan kuburan Arda atau menyuruh orang-orang untuk mencari keberadannya ... '' kata Kiran Cemas. '' tenanglah Kiran kita janga

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN