Part 21 Pagi harinya... "Daniyal kok belum turun? "Nadya merasa ada yang kurang, anaknya ada yang belum ke ruang makan padahal ini sudah waktunya sarapan pagi. " Gak tau bun. "Nevan menggelengkan kepalanya tak tau. " Biarin ajalah bun, "balas Syifa dengan nada juteknya. " Biar ayah saja yang manggil. "Bryan menyahut ucapan Nadya yang tengah khawatir pada Daniyal yang tak kunjung turun ke sini. " Mas.. " " Bunda.. "Peringat Bryan pada Nadya. Nadya pun menganggukkan kepalanya mengerti kemudian mengurusi bekal kedua anaknya tersebut. Bryan langsung menaiki tangga menuju kamar putranya, sesampainya di kamar anaknya terlihat di sana Daniyal tengah duduk termenung menatap loker mejanya. "Kamu kenapa tak turun? Bunda mengkhawatirkanmu.. "Bryan menghampiri putranya dan duduk di samp

