Part 32

2120 Kata

Part 32 Daniyal menatap sendu adik bungsunya yang tengah terbaring lemas di atas brangkar rumah sakit. Wajah adiknya pucat dan terdapat alat bantu pernapasan didua lubang hidungnya. Nevan sedang tidur tenang setelah kedatangan tadi. "Maaf kan A a ya Van." Daniyal terlalu menyibukkan diri dan sering menolak ajakan Nevan yang ingin ditemani olehnya. Daniyal merasa sangat bersalah pada adiknya, ia ingat sekarang adik- adiknya masih membutuhkannya semenjak Adit kuliah di kota lain. Padahal Adit sudah mewanti-wanti dirinya berulang kali untuk menjaga adiknya meski masih ada bunda dan ayah, peran kakak itu penting. "A a janji, akan temani Nevan lagi. "Daniyal meraih tangan adiknya yang terasa dingin. Mengusap pelan tangan adiknya, di samping Daniyal terdapat Bryan yang masih duduk terdi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN