Part 42 Hari-hari yang dilalui Daniyal tampaklah terasa sepi semenjak adiknya dirawat dan sampai sekarang belum diperbolehkan pulang. Biasanya di rumah diisi oleh celotehan Nevan yang bercerita tentang teman-teman di sekolahnya dan lain sebagainya ditambah lagi suara Syifa yang selalu menggema di setiap penjuru rumah ini. Suara gelak tawa ayah dan bundanya kala menonton televisi dan berkumpul bersama di ruang tamu. Daniyal terbiasa mendengar suara mereka setiap harinya, kini ia merasa ada yang kurang setiap berada di rumah sebab Syifa tak betah di rumah juga dan memilih menginap di rumah sakit. Bundanya pasti sibuk merawat Nevan dan mengontrol pekerjaannya begitupula ayahnya. Daniyal merasa hampa, tak ada yang diajak bicara, tak ada yang menyapanya, biasanya ia mendengar suara bubdanya

