Part 24 "Redakan emosimu, jangan sampai menyakiti adikmu. Ingat! Adikmu itu perempuan! "bentak Bryan yang langsung menggandeng putri satu-satunya itu. " Maaf ayah. "Daniyal menunduk lesu dan merasa bersalah. Kalau sudah emosi begini selalu ia tak bisa mengontrol diri. " Pulang! "suruh Bryan pada dua anaknya itu menaiki mobilnya sedangkan motor Daniyal, dibawa oleh sang sopir pribadi Bryan. " Kalian juga pulang, ini udah malem, "tegur Bryan pada Elang dan Lea lalu ia membawa Lea yang masih terisak di sampingnya. Anaknya itu pasti ketakutan melihat kekalapan kakaknya. " Daniyal kok serem ya. "Lea menatap pung mereka sampai mereka keluar dari gang. " Udah gapapa, ntar dia jadi pendiem lagi. "Elang langsung menarik tangan Lea dan pergi dari tempat ini. ... Besoknya... " Ayah m

