Nasib Yang Kebetulan Sama

1088 Kata

Nina cukup lelah. Ia berjalan seorang diri di jalanan kampus dengan sesekali menendang batu kerikil yang menghalangi langkahnya. Awalnya, dirinya memang ingin pulang saja karena sudah tidak mood untuk mengikuti kelas hari ini. Hanya saja ia akan tambah pusing jika harus pulang ke rumah kost. Bukan karena konflik dengan tetangga kamarnya seperti yang dulu-dulu, tetapi tidak ada hal yang bisa dilakukan Nina selain rebahan sambil membuka aplikasi video streaming. Hal tersebut memang menyenangkan, tetapi jika terlalu lama rebahan sembari menatap ponsel, yang ada Nina akan semakin stres saja. Padahal niat Nina tidak masuk ke dalam kelas untuk menghindari stres karena makhluk-makhluk jahat yang ada di sana.  Semakin siang, cuaca semakin cerah saja. Angin yang berembus juga terasa semilir hingga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN