Seharian bersama dengan Zufar memang lah bukan hari yang mudah walau mereka sudah saling kenal selama beberapa tahun ini, ditambah keduanya yang merupakan pengurus inti dari himpunan mahasiswa di jurusannya. Tidak banyak tempat yang mereka kunjungi, hanya alun-alun dan kafe untuk makan siang dan sisanya mereka hanya berputar-putar keliling kota Batu dan Malang untuk menghabiskan hari senin yang cukup melelahkan. Pukul sembilan, mereka sudah sampai di depan rumah kost Brina. Seperti rencana awal, mereka memang tak ingin pulang terlalu larut karena besok keduanya ada kelas di jam tujuh pagi. Brina sudah turun dari motor Zufar. Kemudian ia melepaskan helmnya dan mengembuskan napas panjang. “Kenapa lo?” tanya Zufar kemudian, ia melihat wajah Brina yang cukup kelelahan ketika mengembuskan nap

