Es Pisang Ijo

2006 Kata

Di ruang sekretariat himpunan, hanya tinggal mereka berdua saja. Walau kesannya tak baik, tetapi tidak apa selama tidak ada orang yang melihat mereka berdua. Toh, Brina dan Zufar juga tidak akan berbuat macam-macam di ruangan ini. Mereka berdua masih waras, masih memiliki cukup logika untuk berbuat yang tidak-tidak. "Gimana, lo tau nggak?" tanya Brina sekali lagi. Zufar, laki-laki itu belum menjawab karena sedari tadi ia masih asyik mengunyah potongan pisang ijo yang ada di dalam mulutnya. Sementara Brina masih berusaha membuka es pisang itu dari kantong plastiknya. Bukannya menjawab pertanyaan Brina, Zufar malah mengambil alih es pisang ijo yang masih ada di dalam kantong plastik milik Brina. Laki-laki itu dengan mudah membukanya kemudian menuangnya ke dalam mangkuk dan kembali member

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN