Seperti tidak ada ruang bagi Nina untuk bersembunyi. Baru sebentar Nina di ruang sekretariat himpunan yang masih kosong, tiba-tiba seseorang datang. Ah, bukan seseorang, melainkan lebih dari satu orang yang datang karena terdengar suara obrolan dari dalam. Nina juga tidak searatus persen benar jika dirinya memilih bersembunyi di ruangan ini karena ruangan ini bukanlah ruang persembunyian, melainkan tempat umum apalagi bagi para pengurus himpunan. Awalnya Nina merasa jika teman-temannya satu pengurus himpunan yang baru saja datang itu akan memberinya komentar tentang kedekatannya dengan Brian pagi ini. Ternyata yang datang adalah Brina dan juga Zufar. Keduanya memang satu kelas di beberapa mata kuliah yang sama. Jadi tidak heran jika mereka berdua sering terlihat bersama di semester ini.

