Part 29

782 Kata

"Um, Ayah mertua kamu,  dan kakak kandung Bu Savitri bersahabat baik sejak SMA," Pak Ahmad memulai ceritanya. Nada suaranya terdengar berat. Sesungguhnya ia enggan mengungkit kenangan masa lalu yang telah ia kubur dalam-dalam. Terlalu pahit. Iyan menyimak dengan baik. Ia tak ingin melewatkan satu kata pun yang diucapkan oleh sang paman. Sepertinya ini serius. "Savitri dan Amir yatim piatu. Mereka tinggal berdua sejak remaja, untunglah orang tua mereka meninggalkan harta yang cukup untuk masa depan mereka. Um dan Azis sering menginap di rumah mereka," lanjutnya. Iyan menatap Pak Ahnad. Tergambar jelas di wajah tuanya, ada luka yang dalam. Sedikit sulit menebak situasi saat itu. Entah apa yang terjadi Pak Ahmad kemudian meraih cangkir kopinya, sejenak terdiam. Hening beberapa menit.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN