Iyan memacu mobilnya dengan cepat menuju Rumah Sakit Jiwa tempat Bu Ratna dirawat. Kabar buruk yang diberitakan oleh Mira membuatnya cemas. Ia takut terjadi sesuatu pada ibu mertuanya. Begitu tiba di parkiran duda beranak dua itu langsung bergegas memburu ruangan tempat Bu Ratna berbaring lemah tak berdaya. Di sana terlihat Bu Sari, Pak Haji Rahman dan Mira duduk mengelilinginya sambil melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Mira tampak menitikkan air matanya. Di saat ia baru mengetahui kebenaran akan jati dirinya, ia harus menyaksikan kondisi ibu kandungnya yang kritis. "Bu, Ibu harus sembuh. Ini Mira Bu, anak ibu." Mira tak kuasa menahan air matanya yang meleleh semakin deras. Ia pun berusaha mempertahankan diri sebagai dirinya sendiri bukan Karina. Ia berharap terjadi keajaiban. "

