"Kenapa kamu bohong sama saya?" Tuntut Hafiz seraya menghentikan langkahnya. Kini keduanya tengah berada di luar mall, tengah berjalan di trotoar. Zarina pun menghentikan langkahnya lalu menolehkan wajahnya menatap Hafiz. "Kalau aku jujur memang kamu mau datang? Kemarin kalau kamu gak aku paksa gak akan kan kamu datang buat temani aku ketemu sama Papa?" Sahutnya. Hafiz memejamkan matanya seraya menghembuskan nafasnya, menetralkan emosinya dengan segala tingkah Zarina. "Tapi gak gini caranya, bagaimana kalau Papa kamu beranggapan lebih tentang hubungan kita? Apa kamu tidak pernah berpikir ke arah sana, Na!" Gerutu Hafiz karena tingkah Zarina. Kedua bola mata Zarina pun dia kerlingkan nampak seperti tengah berpikir. "Bagus dong, jadi kita bisa dapat restu dari Papa, tinggal restu dari o

