Seminggu tlah berlalu semenjak Lastri bertemu Wira di mall. Seperti biasa dia bertingkah seolah olah tidak terjadi sesuatu dan bersikap manis pada Arif, bahkan lebih manis dari biasanya karena hatinya yang berbunga-bunga.
Arif menyadari perbedaan itu namun dia bersikap cuek dan seolah tak perduli dengan perubahan istrinya itu. Justru dia senang karena istrinya terlihat lebih fresh. Mereka sedang bersantai di ruang tengah sambil menonton televisi. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu depan, sepertinya ada tamu yang berkunjung. Gegas Arif beranjak untuk membuka pintu, netranya terkejut dengan apa yang dilihatnya. Seorang wanita cantik nan anggun dengan hijabnya sedang berdiri tepet didepannya, siapakah gerangan orang ini dan ada keperluan apa malam-malam datang kerumahnya.
"Assalamu 'alaikum .... " Perempuan muda itu terlihat mengetuk pintu rumah Arif.
"Wa 'alaikum salam ... Mencari siapa ya ... " Tanya Arif penuh selidik.
"Perkenalkan nama saya Sa'adah, saya istrinya mas Wira, boleh saya masuk dan menjelaskan maksud dan tujuan saya datang kesini? Saya gak enak membicarakannya diluaar takutnya ada tetangga yang mendengar"
"Oh iya ... Maaf saya lupa mempersilakan masuk"
Arif mempersilahkan tamunya masuk dan duduk di ruang tamu.
"Boleh panggilkan istri pak Arif, mba Lastri? Karena ini menyangkut istri bapak, apa yang akan saya sampaikan semuanya berhubungan dengan mba Lastri"
"Baiklah ... Saya panggil istri saya dulu"
Wanita itu menjelaskan maksud dan tujuannya, dia ingin agar Lastri turut hadir dalam pembahasan karen semuanya ini tentang Lastri. Dia sangat sopan dalam bertutur kata, Arif semakin bimbang dengan apa yang disampaikan tamunya itu. Hatinya berkecamuk, namun dia masih berusaha tenang di depan Sa'adah. Arif masuk ke dalam dan memanggil lastri yang sedang nonton tv sementara Zaina sudah terlelap dipangkuannya.
"Bu ... Ada tamu yang pengen ketemu sama kamu, Zaina taruh dikamar dulu sanaaaah"
Lastri mendongak dan menatap Arif heran, siapa gerangan tamu yang datang malam gini.
"Siapa sih pak tamunya, kok pengin ketemu sama aku"
"Makanya temuin dulu nanti juga tau siapa" Kata Arif ketus.
"Haduuuuw siapa sih malam gini bertamu dan pengen ketemu aku, jadi deg degan dan penasaran" Gerutu Lastri.
Seorang wanita berhijab terlihat sedang duduk dan memainkan gawainya,Lastri penuh tanda tanya tentang siapa sebenatnya wanita itu dan apa tujuannya datang kemari,Sa'adah tersenyum melihat Lastri yang muncul dari dalam. Keduanya berjabat tangan dan saling melempar senyum, Saadah terlihat sangat anggun dan berwibawa meski hatinya terluka dia tak menampakkannya sama sekali dihadapan Lastri dan Arif, dia terlihat santai.
"Hai mba Lastri ... Kenalkan nama saya Sa'adah, saya istri sahnya mas Wira, pastimba sudah kenal dengan suami saya kan? "
Wajah Lastri seketika pias mendengar penuturan Sa'adah. Dia mulai terlihat gelisah, keringat sebesar biji jagung keluar didahinya, Arif heran memperhatikan istrinya yang tiba-tiba berubah expresi.
"Kamu kenal sama suaminya mba Sa'adah bu ... Jawab dong! " Ujar Arif memperjelas pertanyaan Sa'adah untuk istrinya. Sedang Lastri hanya tersenyum getir menanggapi suaminya.
"Iya pak, saya kenal dan kami berteman baik" Jawab Lastri mengeles. Namun jelas terlihat Sa'adah tersenyum penuh arti, dan Arif memperhatikan itu semua.
"Jadi gini ya mas dan mba, kenapa saya datang kemari karena ingin bertanya langsung sama mba Lastri apa bener mba selingkuh dengan suami saya? "
Deg ... Lastri terkejut mendapat pertanyaan menohok dan to the point seperti yang Sa'adah ucapkan. dia bingung harus jawab apa sedang suaminya juga duduk diantara mereka.