"Kenapa Kak?" tanya Mas Galif. "Enggak, gak apa-apa Mas" ucap Dara kaget menggeleng-geleng. "Saya kira Kakak ngomong sama saya" ucap Mas Galif. "Bukan Mas, bukan kok" ucap Dara. Sesampainya di pelataran Rumah Sakit Dara turun dengan tasnya yang dibantu Mas Galif yang akan mengantar sampai ruangan. Dara sudah menolak, tapi Mas Galif tetap maksa, jadi mau tak mau Dara setuju. Dara dan Mas Galif telah sampai di depan ruangan Papa Dara, setelah Dara mengucapkan terimakasih dan membayar sesuai jumlah, Mas Galif segera pamit pulang. Dara segera masuk ke dalam ruangan Papanya dengan tas berisi baju-bajunya. Mamanya terlihat menopang kepala diatas tangan yang dilipat diatas kasur samping tubuh Papanya. Dara letakkan tas besar itu diatas sofa. Lalu mengusap punggung wanita yang paling ia sa

