"Mamanya gak ikut?" tanya Papa Arga. "Enggak Pa. Dia wakilin Mamanya, tadi sudah telponan sama Mama kok" ucap Mama Revi berbohong, bohong demi kebaikan. Mama Revi takut kalau ia mengatakan yang sebenarnya, Kenan malah ikut-ikutan diamuk Papanya. Tak ingin keributan disini terjadi dan bikin malu saja, lebih baik memang berbohong. Kasian Dara jika harus mendengar hinaan Papanya lagi. Mama Revi sakit hati jika melihat Anaknya juga dihina, sekalipun yang menghina adalah orang ynag ia cintai. Revi tak terima. Dara duduk sedikit ke Kanan di kursi Panjang depan pintu. Papa Arga Takan mungkin bisa melihatnya duduk disini. Ia tersenyum memandangi pemandangan di dalam ruangan. Tenang, dan tak berisik, tidak seperti ketika ia ketahuan hamil oleh Papanya, teriakan dan hinaan jelas dan masih terngi

