"Pergi kamu" ucap Papa Arga datar. Tak sudi menatap Dara yang masih menangis sesenggukan. "Dia mau rawat kamu. Jaga kamu tiap malam, meski pagi dia kerja. Kemana hati kamu Pa? Dara anak kita Pa!!!" Mama Revi emosi, membantu Dara berdiri. "Aku bisa sendiri, kalau memang kamu mau istirahat kalau malam pulang, gak usah dijagain dia aku juga bisa". "Jangan egois Mas, dia anak kamu. Enggak sakit hati kamu ngusir anak kamu sendiri?" tanya Om Rudy. "Dia bukan anakku lagi. Sudah bertahun-tahun lalu namanya aku hapus dari daftar keluarga Argantara dan Oona". "Maaf Mas Arga, aku bukannya mau ikut campur. Dara sudah dari kemarin-kemarin kesini. Dia yang paling khawatir sama kondisi Mas. Kenapa--". "Kalau perhatian hanya untuk meminta maaf atau ingin menebus kesalahan, aku tidak akan memaafkan d

