Ding Dong… Suara bel rumah Fiona berbunyi. Fiona berjalan pelan menuju pintu rumah depan untuk membukakannya. Setelah pintu terbuka nampaklah seorang gadis. “Maaf anda siapa ya? Ada keperluan apa?” “Gue Asna. Lo nggak inget sama gue?” “Asna? Siapa? Apakah kita berteman.” “Hahahaha. Ternyata benar isu yang beredar di kampus kalo lo amnesia dan cacat.” “Siapa kamu sebenarnya?” “Kenalin, gue adalah pacaranya Dicka.” “Pacar? Tapi Dicka adalah suami saya.” “Suami? Stop halu ya lo? Gue sama Dicka itu udah pacaran 2 tahun.” “Ap-apa maksudmu? Kalian sudah pacaran 2 tahun? Nggak… nggak mungkin. Dicka sudah menikah denganku.” “Lo itu penghancur hubungan orang. Lo itu perebut pasangan orang. Lo itu orangnya brutal, urakan, arogan. Jadi stop bersikap sok manis, sok anggun seperti sekarang

