Pagi hari pun tiba. Fiona membuka matanya terlebih dahulu. Betapa kagetnya Fiona saat ia menyadari bahwa ia tertidur di pangkuan Dicka. Fiona pelan-pelan mengangkat kepalanya dan bangun dari pangkuan Dicka. Fiona menatap wajah suaminya itu dalam-dalam. Karena selama ini ia tak pernah menatap wajah Dicka sedekat dan setajam ini. “Ternyata lo ganteng juga kalo lagi tertidur begini.” Gumam Fiona. Entah kenapa tiba-tiba jantung Fiona bergetar dengan hebat. “Busyet ini kenapa dengan jantung gue? Astaga kena penyakit apa gue?” Gerutu Fiona. Tak begitu lama Dicka pun membuka matanya, dan itu membuat Fiona terkejut yang sedang menatap wajah Dicka. Fiona pun gugup. “Kenapa lo bisa tidur disini? Lo cari kesempatan ya? Apa yang udah lo lakuin sama gue? Awas ya lo kalau macem-macem.” Maki Fiona

