Setelah Fiona selesai berganti pakaian dan membasuh mukanya, ia pergi ke kamar anak-anaknya. “Edsel, Edward, kalian belum tidur nak?” “Nungguin mommy.” “Maafin mommy kalau lama. Yuk kalian cuci muka, cuci kaki, ganti baju. Lalu kita tidur.” Setelah selesai, Fiona berbaring di ranjang bersama kedua anaknya. Posisi Fiona berada di tengah dan ia memeluk kedua anaknya untuk membuat mereka tertidur. Tiba-tiba Fiona teringat akan pertengkarannya dengan Dicka tadi. Ia teringat ucapan Dicka yang menyakiti hatinya. Dengan segera Fiona mengusap air matanya yang tiba-tiba menetes. “Mommy?” “Edsel? Kamu belum tidur sayang?” “Mommy menangis?” “Ahh… tidak sayang. Mata mommy kelilipan. Kenapa Edsel belum tidur? Tuh lihat Edward sudah tertidur pulas.” “Maafin Edsel dan Edward ya mom. Gara-gara k
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


